Satu Hari Sebelum Bulan Agustus Berakhir

Hari ini dimulai dengan huru-hara di pagi hari selepas solat shubuh. Hal ini disebabkan oleh kenakalan kucing komplek peliharaan keluarga kami yang tidak sepenuhnya kami pelihara bernama "Gendut". Kami membiarkan dia berkeliaran di luar rumah, mencari betina-betina cantik lalu dibuat bunting dan beranak pinak. Hehe. Padahal tingkat kenakalannya belum masuk kategori parah siih karena cuma mengotori teras depan rumah dengan muntahan bulunya. Tentu saja hal ini menyulut amarah Ayah yang sampai sekarang entah kenapa masih belum menerima keberadaan hewan itu di rumah. Mau tidak mau, sebagai anak yang berbakti (wkwk) aku pun harus membersihkan kotoran tersebut dengan setengah hati dan separuh jiwa yang masih ingin rebahan di kasur.


Huru-hara berikutnya adalah persiapan Ayah dan Ibu untuk menghadiri acara lamaran salah satu cucunya yang berasal dari keluarga Ayah yang bernama Fahmi. Yap betul, cucu dan dia adalah keponakanku. Fahmi salah satu cucu dari kakak perempuan Ayah yang paling tua yang kami biasa panggil "Ibu Abang". Ibu Abang ini punya 2 anak laki-laki dan Fahmi adalah anak dari anak pertamanya yang sampai sekarang sama sekali tidak aku ingat nama dan wajahnya. Beliau sepertinya aktivitis di organisasi Islam dan seringkali pergi jauh dari keluarga dalam waktu yang lama. Dan dalam acara lamaran ini pun, sepertinya Ayahnya Fahmi ini tidak dapat hadir. Alhasil Ayahlah yang menggantikan beliau untuk prosesi lamaran Fahmi. Menurut Info dari Ibuku, calonnya ini adalah orang Minang yang tinggal di Jakarta, di daerah Kebon Kacang. Makanya, acara lamaran hari ini diadakan disana. Huru-hara yang terjadi adalah terkait persiapan dari Ayah yang fokus pada penampilan sedangkan Ibu fokus pada barang bawaan berupa makanan yang mau dijadikan seserahan/hantaran untuk lamaran. Bahkan di sela kesibukannya, Ibu masih memikirkan perkara baju dan sepatu yang mau dipakai Ayah. Sebuah perbedaan yang sangat kentara yaaa antara perempuan dan laki-laki berkaitan dengan multitasking. Berhubung sepertinya kami anak-anaknya tidak diajak dan tidak berminat untuk ikut maka kami pun cuma bisa bantu-bantu supaya pada cepat berangkat. Hehehe. Free Time!!!

Di sisa Hari Minggu nan tenang ini dijalani dengan agenda rutin akhir pekan yakni mencuci baju kemeja putih yang akan dipakai seminggu ke depan, beres-beres kamar yang lebih mirip dengan sekret anak kuliah yang berserakan barang, sedikit bersih-bersih rumah alias nyapu ala kadarnya dan karaokean dari spotify. Haha. Oia satu agenda wajib akhir pekan adalah jogging atau lari yang mana tidak bisa kulakukan di pagi hari karena huru hara yang terjadi di pagi hari ditambah dengan pegel-pegel terutama di bagian lengan dan kaki. Ini adalah efek latihan tennis di hari Sabtu kemarin. Sepertinya aku terlalu bersemangat karena pelatihnya ternyata beda dengan pelatih sebelumnya dan sangat-sangat supportif serta penuh dengan word of affirmation pada saat mengajarkan Tennis Newbie sepertiku. Alhasil, kegiatan lari ini baru bisa kulakukan di sore hari setelah sholat Ashar. Tapi tapi itu adalah waktu terbaik untuk lari sih karena udaranya yang sejuk dan sinar mataharinya tidak menyiksa kulitku yang eksotis ini. Wkwk.


Cuaca hari ini berawan dan mendung, dimana kupikir akan turun hujan dan ternyata tidak. Kondisi cuaca ini bikin aku lari agak lebih cepat dari biasanya. Khawatir banget terjebak hujan di tengah rute lari Situ Gintung yang enggak ada cheat code nya atau enggak ada pintu keluar darurat selain harus menyelesaikan satu putaran penuh. Walaupun pace lari cuma naik satu, dari 10 ke 9 tapi punya kesempatan buat olahraga sungguh sangat menyenangkan. Hmm apakah di Bulan September ini akan punya waktu luang? Mari kita lihat dan amati karena perkuliahan Semester 3 akan segera dimulai, ditambah pekerjaan yang sudah mulai diberikan serta penugasan Latsar ini. Bismillah. 




Comments

Popular posts from this blog