BISING


Sendiri bukan berarti sepi, sebab suara-suara yang berseliweran di dalam kepala yang mengisinya.

Semakin sering menyendiri, semakin kuat suara-suara itu terdengar.

Berisikan keluhan, omelan, dan penyesalan kepada diri sendiri. 

Semakin sering didengar, semakin meresahkan namun menggerakkan nalar.

Dibiarkan berkeliaran di alam bawah sadar, menunggu waktu, tempat dan orang yang tepat untuk mengangkatnya ke alam sadar.

Berjuang atau lari, mekanisme yang dimiliki manusia ketika menghadapi keresahan dan masalah hidup.

Yang dipilih manusia ini adalah berlari. 

Menyibukkan pikiran yang bising dengan suara, tulisan dan tayangan apapun. 

Membuatnya tidak memiliki jeda untuk muncul ke permukaan alam sadar. 

Membuatnya membeku di suatu tempat di kedalaman alam bawah sadar.

Membuatnya terlupakan, kalau bisa dianggap hilang selama-lamanya.

Sebuah kebiasaan dan mekanisme penyelesaian yang sangat tidak di elegan  yang bisa dipilih oleh seorang manusia.

Padahal nama yang disematkan orangtuaku memiliki arti ceria dan bahagia. 

Namun pikiran dan perasaan yang dimiliki sungguh bertolak belakang dan sangat amat bising.

Menyadari, kebisingan yang membawa keresahan itu akan muncul suatu saat nanti.

Hanya perlu sebuah lingkungan yang mendukung, benda yang mewakili, hubungan yang terasa serta situasi yang tepat dan orang yang sama yang menyebabkan keresahan dan masalah.

Sampai kapan bertahan menghadapi kebisingan yang terus menerus bergemuruh ini? belum juga terselasaikankah semua masalah dan keresahan itu?

Comments

Popular posts from this blog

Satu Hari Sebelum Bulan Agustus Berakhir